27 Agu 2011

Momo shared happiness

This is the story that's inspired by a song of Endah N Rhesa, titled "Monkey Song"

Momo shared happiness

There was a big monkey called Momo who lived in a jungle full with big trees far far away. He lived alone, his children and other monkeys had gone after unresponsible deforestation there. People cut trees carelessly. He had never met all the monkeys for many years.

“How happy they are!” said Momo while staring at a bird family having fun on the nest above him. “But me, I’m alone here” said Momo sadly

But Momo is a strong and tough monkey who had never been sad all day long. He used to do great things to cheer himself up. “I shouldn’t be sad, I don’t want to share the sadness to others” said Momo and then he went to the river to meet and play with his friends the frogs, fish, and turtles. Momo really liked playing with them in water. “water in river makes me fresh again”shout Momo while splashing the water to his friends.


After tired playing, they were hungry. “okay then, enough for today! We will play again someday. Bye!” said Momo. He went alone looking for the banana while his friends were looking for other food because they don’t like banana.

Momo climbed a very tall tree to find the banana, his favorite food. From the top of the tree he could see all the jungle. He often saw the colorful rainbow. “Wow, What a beautiful rainbow there!” shout Momo. After enjoying the beauty of the rainbow, Momo continued looking for banana. “EAuww, My tummy’s empty! I’’m hungry! I’ve git to find banana soon” said Momo.

With his full spirit, Momo swung and swayed on the vines from trees to trees. “humfth… I’ve looked for banana around the jungle for hours but there’s nothing” sighed Momo while taking a short break and drinking coconut water. It’s really hard to find banana there. Many trees had been cut down by the unresponsible woodcutter. Included banana trees.

Suddenly, “dhuaaar!” it’s a thunder. Momo shocked. Then it rained. Momo swung to the big tree. He felt cold because the raindrops touched his body. “brrrr..the rain is bad, so cold here” said Momo. About an hour later, the rain stopped and Momo continued his way. He swung and swayed more without feeling tired.

After almost a day swinging to find the banana tree, suddenly Momo shouted happily “Wow, that’s a banana tree! Yeah!”. Soon he climbed up the banana tree which he dreamed of. Then he was up on the banana tree now and then grab the banana with tiring hand. “from all these bananas, There’s only one that’s already ripe” said Momo. “That’s okay, I’m happy I’ve got my fave food! Horray!” continued Momo with a big smile. And Momo just couldn’t wait to eat it.

When Momo wanted to eat it, he heard someone’s crying on the ground. “hiks hiks, hiks hiks”. Momo looked down, there was a little monkey was crying and staring at him. Momo climbed down to see the monkey with a ribe banana which he hasn’t eaten yet on his hand.

“Hi, little monkey! Why are you crying?”asked Momo. Then the little monkey named Mimi answered “hiks hiks, I’m starving. I can’t jump and climb up like you. So I can’t get any bananas. Hiks hiks” Momo thought hard and just couldn’t bear to ignore Mimi. Momo said, “It’s a banana for you”. “but Momo, it’s only one ripe banana. What about you?” asked Mimi. “Never mind! Just eat it. I’ll find some more. There may be other ripe banana on other tree” said Momo smiling honestly. “Thank you very much, Momo. You are so kind”said Mimi. Hearing Momo said that touchy words, Mimi felt happy. Then She hugged Momo tightly

After that moment, they lived together happily. Sharing the happiness together. There’s no more sad days for Momo because he had Mimi who will always make him smile and laugh on his life.

Life is about caring and sharing J



Momo Berbagi Bahagia

Di sebuah hutan yang sangat jauh, hiduplah seekor monyet besar bernama Momo, Dia tinggal sendirian di hutan lebat berpohon besar dan rindang. Monyet lain dan juga anak-anaknya hilang entah kemana, setelah terjadi penebangan hutan besar-besaran di sana. Sudah bertahun-tahun Momo tidak bertemu dengan mereka.

“Bahagianya mereka bermain bersama” kata Momo sambil melihat ke atas pohon di mana ada keluarga burung yang sedang bercengkrama di sarangnya.“Tapi aku, sendirian di hutan ini” kata Momo dengan sedihnya

Tapi Momo adalah monyet tangguh yang tidak pernah bersedih terus-terusan. Ia selalu mencari kegiatan untuk menghilangkan rasa sedihnya. “Aku tidak boleh sedih, aku tidak ingin menularkan kesedihan kepada binatang lain” kata Momo dalam hati dan kemudian menuju sungai untuk bertemu teman-temannya seperti katak, ikan, dan kura-kura. Momo suka sekali bermain air bersama mereka. “Air sungai ini bisa buat ku segar kembali” seru Momo sambil mencipratkan air sungai kearah teman-temannya.

Setelah lelah bermain, mereka lapar. “cukup mainnya,teman-teman! Besok kita lanjutkan lagi. Dadaaaah!” Momo pergi sendirian mencari pisang, teman-temannya mencari makanan lain karena mereka tidak suka pisang.

Momo memanjat sebuah pohon yang tinggi untuk mencari pisang, makanan kesukaannya. Dari pohon tersebut ia bisa melihat ke seluruh penjuru hutan. Tak jarang ia juga bisa melihat indahnya pelangi yang berwarna-warni. “Wow! Sungguh indah pelangi di sana“ seru Momo. Setelah melihat indahnya pelangi, Momo lanjut mencari pisang. “Duh, perutku kosong, aku lapar. Aku harus segera menemukan pisang!” kata Momo.

Dengan semangat, Momo berayun dari pohon ke pohon menggunakan akar gantung yang terdapat di pohon untuk mencari pisang. “hummfth..Sudah cukup lama aku berkeliling hutan, tapi tak ada pohon pisang” keluh Momo sambil beristirahat meneguk air buah kelapa.

Memang sulit saat ini mencari pisang di hutan itu. Banyak sekali pohon-pohon yang ditebang oleh penebang liar, termasuk pohon pisang.

Dan tiba-tiba, “dhuaaar!” terdengar suara petir. Momo kaget. Tak lama setelah itu turunlah hujan lebat. Momo berteduh di bawah pohon rindang. Ia kedinginan karena tetesan hujan yang menyentuh tubuhnya. “brrrr.. hujannya deras sekali, dingin sekali di sini” kata Momo sambil menggigil kedinginan. Beberapa saat kemudian hujan berhenti dan Momo melanjutkan mencari pisang dengan memanjat pohon. Lagi-lagi ia melihat pelangi dan berseru “Wow! Sungguh indah pelangi di sana”. Pelangi itu membuat semangat Momo mencari pisang. Kembali ia berayun dari pohon ke pohon tanpa kenal lelah.

Setelah hampir seharian berayun mencari pohon pisang, Momo tiba-tiba berteriak kegirangan “Wow, itu ada pohon pisang! Asyiiiik!”. Dengan segera ia memanjat pohon pisang yang sejak tadi ia cari-cari. Tibalah ia di atas pohon pisang itu dan kemudian mengambil pisang dengan tangannya yang sudah kelelahan berayun seharian. “dari pisang sebanyak ini, hanya ada satu yang matang!” kata Momo. “Tapi tak apalah, yang penting aku senang sudah menemukan makanan kesukaanku. Horeee!” lanjut Momo sambil tersenyum lebar. Momo pun tak sabar untuk memakannya.

Saat Momo ingin memakannya, ia mendengar isak tangis dari bawah pohon “hiks hiks, hiks hiks”. Momo melihat kebawah, ternyata ada seekor monyet kecil yang menatap Momo sambil menangis. Momo turun ke bawah menghampiri monyet kecil sambil membawa satu pisang yang belum sempat ia makan.

“Hai monyet kecil, knapa kau menangis?” tanya Momo. Lalu monyet kecil bernama Mimi menjawab sambil menangis” hiks hiks, aku sangat lapar, aku belum bisa lompat dan memanjat sepertimu. Hiks, hiks ”. Momo berpikir keras dan akhirnya tidak tega dengan Mimi. Lalu Momo berkata, “Ini pisang untukmu”. “Pisang yang matang kan cuma satu, kamu makan apa?”, Tanya Mimi. “Tak apalah, makan saja. Nanti biar aku cari lagi, Mungkin di pohon lain ada yang matang” jawab Momo dengan senyum dan nada tulus. “Terima kasih Momo, kamu baik sekali”, kata Mimi. Dan Momo pun berkata “Selagi aku punya dan bisa, aku akan terus berbagi”.

Mendengar Momo berkata seperti itu membuat Mimi sangat senang dan terharu, lalu ia memeluk Momo dengan erat.

Sejak kejadian itu, mereka terus bersama. Berbagi bahagia bersama. Tak ada lagi hari-hari sedih untuk Momo karena sudah ada Mimi yang selalu buat ia tersesenyum dan tertawa.

Life is about caring and sharing J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar